NASIB BURUH PABRIK

Kesepakatan kerja yang didasarkan atas keterpaksaan karena banyak alasan yang semata-mata karena “dari pada nganggur lebih baik kerja”. Ya itu alasan yang makin mendasar dan lebih dari 50% semua buruh tani menjawab demikian ketika Mereka ditanya kenapa kerja dipabrik.

Selain itu banyak masalah yang harus dirasakan oleh buruh pabrik pada umumnya karyawan Perseroan-perseroan di indonesia pada khususnya.

Peraturan yang tidak masuk akal oleh para dedengkot petinggi perusahaan banyak menuntut karyawan atau buruh tidak nyaman bekerja lagi dan malas-malasan untuk kerja dengan sepenuh hati.

Ya mungkin inilah proses hidup yang harus dialami oleh setiap manusia karena dengan proses yang seperti ini mereka semua agar bisa berfikir bagaimana hidup yang layak dan siap untuk menjadi lebih baik.

Walaupun sebagai buruh paling tidak buruh yang berarti dan terhormat bukan anjing pesuruh yang tidak merasa dirinya manusia.

Monopoli keluarga sebuah kekuasaan yang tanpa buruh mereka bisa tumbuh, hidup, berkembang bahkan bisa menjadi jaya tanpa dukungungan dari semauanya.

  1. Tidak merokok dikawasan pabrik
  2. Tidak boleh gondrong
  3. Tidak makan pada saat kerja
  4. Tidak boleh lain-lain

peraturan yang tidak konsisten memebuat para buruh-buruh marah tapi hanya diam.

Takut gak makan takut dipecat. takut. takut. takuttttttttttttttttttttt

Nasib kapan mereka akn berubah.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.