NASIB BURUH PABRIK

15 April 2008

Kesepakatan kerja yang didasarkan atas keterpaksaan karena banyak alasan yang semata-mata karena “dari pada nganggur lebih baik kerja”. Ya itu alasan yang makin mendasar dan lebih dari 50% semua buruh tani menjawab demikian ketika Mereka ditanya kenapa kerja dipabrik.

Selain itu banyak masalah yang harus dirasakan oleh buruh pabrik pada umumnya karyawan Perseroan-perseroan di indonesia pada khususnya.

Peraturan yang tidak masuk akal oleh para dedengkot petinggi perusahaan banyak menuntut karyawan atau buruh tidak nyaman bekerja lagi dan malas-malasan untuk kerja dengan sepenuh hati.

Ya mungkin inilah proses hidup yang harus dialami oleh setiap manusia karena dengan proses yang seperti ini mereka semua agar bisa berfikir bagaimana hidup yang layak dan siap untuk menjadi lebih baik.

Walaupun sebagai buruh paling tidak buruh yang berarti dan terhormat bukan anjing pesuruh yang tidak merasa dirinya manusia.

Monopoli keluarga sebuah kekuasaan yang tanpa buruh mereka bisa tumbuh, hidup, berkembang bahkan bisa menjadi jaya tanpa dukungungan dari semauanya.

  1. Tidak merokok dikawasan pabrik
  2. Tidak boleh gondrong
  3. Tidak makan pada saat kerja
  4. Tidak boleh lain-lain

peraturan yang tidak konsisten memebuat para buruh-buruh marah tapi hanya diam.

Takut gak makan takut dipecat. takut. takut. takuttttttttttttttttttttt

Nasib kapan mereka akn berubah.


asa dan cita

15 April 2008

sebuah harapan terpatri

erat menyelimuti

hati kosong sejenak meratapi

perjalanan yang selama ini

menempuh nol kilometer

mengarungi sejengkal langkah tanah

terasa hampar ketika tanpa hasil

mudah-mudahan kemudahan datang

dari Sang penyayang

citaku…..

asaku…..

semua yang ada padaku

merembes mengisi jiwa yang sepi ini

yang kosong tanpa isi




hati sunyi

15 April 2008

kala sendiri diserambi

sebatang rokok dan secarik kertas yang menemani

kesunyian…..

walau siang penuh terang

tak satupun makluk yang datang

teringat kau seorang

sedang apa disana gerangan

melayang fikiran tak karuan dengan tanpa hambatan

ternyata lamunan hati yang sunyi membawa ke sebuah imajinasi

pasrah bukan tanpa harapan

selalu riang walau banyak beban